Rabu, 31 Oktober 2012

cerita ambarawa

        Awal ceritaku tentang kehidupanku sebelum tinggal dikota aku tinggal disebuah desa kecil daerah Ambarawa,Semarang. Aku hidup dari kecil disana,aku mempunyai sahabat yang mengerti denganku, Koni Agustiana Wijayanti, Yulian Saputra,Robi, Bina Arum Binang, Fitriana Nurin Annisa.Kami bersekolah di SD Negeri Kupang 03 Ambarawa pada tahun 2002.
          Rumah kami memang berdekatan dekat Monumen Palagan Ambarawa,museum Kereta Api Ambarawa,Rawa Pening dan juga Lapangan Jenderal Sudirman.Semua tempat bersejarah yang terdapat di Ambarawa sangat mengesankan,bahkan membuat rindu,dan aku termasuk dalam salah satu orang yang rindu dengan sejarah atau bahkan peninggalan-peninggalannya.
Ini adalah Monumen Palagan Ambarawa tampak dari depan,ya sedikit cerita ya tentang Monumen ini. Dulu waktu kelas 2SD inget banget ada acara dari sekolah untuk mengunjungi Monumen ini,dan karena kita masih anak umur 7tahunan guru-guru menyiapkan angkot (mobil bak) kalo aku dan temen sih bilangnya mobil sapi.hhehe kita kesana dan belajar disana.

Ini adalah pesawat yang digunakan saat peperangan zaman dahulu,sedih sih dulu waktu kesana pesawat udah dicoret-coret gitu,tapi setelah setahun ga kesana saat ke Monumen ini pesawat udah dicat dan udah boleh naik sampai didalam pesawat,bahkan karena kesana sama keluarga jadi minta naik sampe di sayap pesawat (maklum masih kecil).

Dan yang ini adalah relief dari kota Ambarawa yang tersimpan dan diukir dibawah patung para pejuang yang berada di Ambarawa,bahakan yang patut saya bangga bahwa pahlawan pembela dari ambarawa adalah Jenderal Soedirman,pahlawan yang gigih melawan negara asing.



          Ini adalah ceritaku di Rawa Pening atau sering juga disebut Telaga Ngebel,dulu aku pernah kesana karena tempat ini sering dipakai nelayan untuk mencari ikan dan untuk mencari eceng gondok buat kerajinan,belakang Rawa ini adalah sebuah desa yaitu desa Njalen,ditelaga atau rawa ini sebagai tempat wisata dan mencari nafkah Rawa ini langsung menyambung dengan sungai Tuntang yang berada di Bawen.


                 Ini adalah gambar Rawa Pening saat pagi hari,masih sepi,indah,tentram,dan nyaman.

ini adalah keadaan Rawa Pening saat siang hari ketika nelayan dan warga daerah sana bekerja




dan gambar yang ini adalah gambar Rawa Pening saat petang dan langit berwarna biru kemerahan


 Ambarawa kota kenangan aku bersama kawan-kawanku,bernyanyi bersama seperti ini liriknya


Kotaku kotaku Ambarawa kotanya
Gunungnya,Rawanya indah dipandang mata
Monumen Palagan itulah yang ku kenang
Ambarawa kotaku kota kelahiranku..


Lagu ini sering sekali kita nyanyikan,,sungguh indah kota Ambarawa,tempatku Besar disana




 Saat kelas 4SD kami murid dari SDN Kupang 03 mengadakan berenang bersama,pada saat itu tempat yang dipilih adalah Rawa Permai,mungkin kalian yang baca agak terheran karena dari awal cerita ini adalah Rawa tapi memang didaerah Ambarawa terdapat banyak sungai.


    
ini adalah gambar Rawa Permai tempat berenang






Ini juga tempat favorit saya dan keluarga saya saat liburan atau saat lebaran,kami selalu menyempatkan waktu kami untuk datang ke tempat ini hanya sekedar berenang dan bersantai saja.


ini adalah kolam renang Rawa Permai

           Kolam renang ini berbentuk tidak rata dan ada 3 kedalaman,dikolam yang paling dalam terdapat air terjun,di kolam renang bagian tengah terdapat tempat untuk melaju dari atas,


Goa Buaya
Selain kolam renang di Rawa Permai terdapat suatu tempat yang hanya boleh dimasuki oleh orang diatas 10 tahun,pada saat itu karena saya dan keluarga penasaran ingin tau apa sebenarnya yang ada di dalam goa itu akhirnya kami masuk dan ternyata benar,seperti rumah hantu pada umumnya dan terdapat banyak seperti zaman dahulu,,ya saya berfikir itu hanya rekayasa untuk tahu seberapa besar keberanian untuk mencoba adu nyali ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar